100%
Berkas yang disematkan
Yogyakarta, 12 Mei 2026 - Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (Ditjen PDP) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal terus mendorong penguatan pembangunan hijau berbasis desa sebagai langkah strategis menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Ekspos Program SIGAP di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara bertema “Simpul Hijau: Merayakan Kolaborasi Pembangunan Daerah dan Desa/Kampung” yang berlangsung di Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat tata kelola desa, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat di kawasan hutan.
Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Nugroho Setijo Nagoro, menegaskan bahwa pembangunan desa tidak dapat dipisahkan dari penguatan konektivitas wilayah, pemerataan infrastruktur dasar, dan transformasi digital desa. Menurutnya, ketersediaan layanan dasar yang memadai akan menjadi fondasi penting bagi masyarakat desa dalam mengelola potensi sumber daya alam secara optimal dan berkelanjutan. Nugroho Setijo Nagoro juga menilai pendekatan SIGAP mampu menjadi model pembangunan desa yang adaptif karena menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan sekaligus penjaga kelestarian lingkungan. Peran aktif Ditjen PDP dalam mendukung pendekatan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pembangunan desa yang inklusif, produktif, dan berorientasi jangka panjang.
Program SIGAP yang dikembangkan bersama berbagai mitra pembangunan telah menunjukkan praktik baik pembangunan hijau di sejumlah wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara melalui penguatan tata kelola desa, perhutanan sosial, hingga pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi desa. Ditjen PDP memandang keberhasilan tersebut sebagai bagian penting dalam memperkuat arah kebijakan pembangunan desa nasional yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas sektor, Ditjen PDP berharap pendekatan pembangunan berbasis potensi lokal seperti SIGAP dapat direplikasi di berbagai daerah Indonesia guna mempercepat kesejahteraan masyarakat desa sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup bagi generasi mendatang.