100%
Jakarta 19 Oktober 2026 - Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro menempatkan Rapat Kerja Sama Multisektor with China Investment sebagai forum koordinasi dan penjajakan kerja sama strategis antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi, pelaku usaha, dan perwakilan dunia usaha Tiongkok. Ditjen PDP menegaskan forum ini bertujuan memperkenalkan potensi unggulan daerah, mengidentifikasi peluang investasi, serta mendorong pengembangan usaha pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan ekonomi produktif lainnya. Ditjen PDP mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah, integrasi industri pengolahan dengan bahan baku daerah, serta penguatan akses pasar, distribusi, logistik, dan ekspor. Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro menilai investasi yang melibatkan pelaku usaha lokal, koperasi petani, dan nelayan penting bagi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Karena itu, Ditjen PDP mendorong kerja sama saling menguntungkan sesuai potensi dan kebutuhan daerah.
Sejumlah daerah memaparkan potensi: Sulawesi Tengah memiliki kelapa dalam, kakao, durian, tuna, cakalang, tongkol, dan rumput laut; Banggai menjadi sentra kelapa seluas 54.000 hektare dengan produksi 188.331 ton pada 2023, sehingga Ditjen PDP mendorong produk turunan seperti kopra, VCO, nata de coco, cocopeat, coco fiber, briket, dan tepung kelapa. Minahasa Utara memiliki laut 1.261 km2, garis pantai 292,2 kilometer, mangrove 510 hektare, dan pasang surut 3.350 hektare; posisinya strategis dekat Bitung dan Bandara Sam Ratulangi, dengan potensi ikan, rumput laut, kerapu, kuwe, lobster, udang, bandeng, dan nila, serta penekanan konservasi. Indragiri Hilir merupakan sentra kelapa yang memanfaatkan sabut, tempurung, daging, air, dan batang; Sambo Group tampil sebagai pembeli besar, dengan rencana hilirisasi di Teluk Pinang seluas 178,66 hektare. Banggai Kepulauan mencatat produksi tangkap 27.558,9 ton senilai Rp1,22 triliun, terutama dari Liang dan Bulagi Selatan, dengan komoditas demersal, karang, gurita, dan pelagis. Tulungagung menawarkan pabrik patin terpadu berkapasitas bahan baku 20.262 ton dan potensi tenaga kerja 200 orang. Lombok Utara memiliki 83,45% lahan kering, dengan arahan kurma 27.917 hektare, kelapa 11.140 hektare, dan mete 2.991 hektare; Ditjen PDP mendorong hilirisasi VCO, tepung kelapa, briket, santan, coco fiber, dan cocopeat, didukung OSS-RBA serta Perda Nomor 5 Tahun 2025. Nias Utara mengikuti rincian materi.
Ditjen PDP menilai proposal Koperasi Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat perlu dilengkapi model usaha, kebutuhan investasi, kesiapan operasional, kelayakan finansial, mitra, dan mekanisme pelaksanaan. Profil Longchuangtong Group, PT LCT, dan Beijing Zhongshanghui Entrepreneurs Club menjadi referensi awal, sementara bentuk kerja sama, nilai investasi, komitmen pendanaan, dan pelaksanaan proyek masih memerlukan pembahasan. Ditjen PDP menempatkan forum sebagai langkah awal penjajakan terukur melalui inventarisasi potensi, penyusunan dokumen proyek, penguatan komunikasi, hilirisasi, rantai pasok, legalitas, keberlanjutan, dan koordinasi lintas sektor. Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro menegaskan realisasi peluang investasi belum menjadi keputusan formal rapat; komitmen investasi, proyek prioritas, dan jadwal mengacu kesepakatan resmi. Kerja sama multisektor diharapkan mendukung pembangunan desa dan perdesaan melalui ekonomi lokal, nilai tambah, lapangan kerja, dan kesejahteraan. Dengan demikian, Ditjen PDP menegaskan kesiapan proyek dan kepastian mitra.