PERKUAT SINERGITAS, DITJEN PDP TEKEN MOU DENGAN FEM IPB


  Jumat, 04 Maret 2022 Berita DITJENPPMD

Jakarta - Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) melakukan sinergitas kerjasama dengan Fakultas Ekonomi Manajemen Institut Pertanian Bogor (FEM IPB). Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Ditjen PDP dengan FEM IPB yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Sugito, S.Sos, M.H dan Dekan FEM IPB Prof. Dr. Ir. R. Nunung Nuryartono, M.Si di Ruang Rapat Ditjen PDP Lt 2 Gedung B Kemendes PDTT, Jakarta, pada Rabu, 2 Maret 2022.

Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT Sugito saat sambutan mengatakan Perjanjian Kerja Bersama merupakan media kerjasama kelembagaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas kebijakan untuk desa.

"Aktivitas bersama ini, merupakan sinergi perguruan tinggi dalam Pembangunan Desa dan Perdesaan, yang juga sekaligus akan menyentuh Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, dan pihak-pihak terkait lainnya. Kolaborasi para pemangku-kepentingan dalam Pembangunan Desa dan Perdesaan akan semakin memperkaya dan memperkuat kualitas kebijakan pembangunan dan permberdayaan masyarakat desa dan perdesaan yang akan dihasilkan," kata Sugito saat melakukan penandatangan Perjanjian Kerja Bersama dengan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor, di Ruang Rapat Ditjen PDP Lt 2 Gedung B Kemendes PDTT, Jakarta, Rabu (02/03/2022).

Sugito menambahkan pihaknya bersama FEM IPB akan terus berkomitmen untuk serius mewujudkan Pembangunan Desa dan Perdesaan di Indonesia. Menurutnya, Perjanjian Kerja Bersama tersebut berisi tentang Sinergi Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Desa dan Perdesaan.

"Tujuannya. Pertama, Meningkatkan kualitas kebijakan sebagai kontribusi dalam melaksanakan program pembangunan desa dan perdesaan berbasis Tridharma Perguruan Tinggi. Kedua, Meningkatkan kontribusi dalam perumusan pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan kebijakan, serta program pembangunan desa dan
perdesaan dan Ketiga, Meningkatkan sinergi dalam penataan dan pengembangan kebijakan serta program pembangunan desa dan perdesaan," imbuhnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB Prof. Dr. Ir. R. Nunung Nuryartono, M.Si menekankan komitmen antar pihak dalam mendorong percepatan realisasi program pasca penandatanganan MoU.

"Harapannya, kegiatan dapat langsung dilakukan setelah penandatanganan selesai dilakukan," ungkapnya.

Selain itu, Nunung juga berharap konsolidasi antar kelembagaan yang semakin solid. Sehingga, kata dia, cita-cita penguatan desa yang menjadi tujuan kerjasama dapat terwujud sesuai harapan.

"Di dalam tema kerja kita adalah engagement and empowerment society. Harapannya dapat menjadi dampak, bukan hanya bagi lingkungan sekitar universitas, akan tetapi juga pada pemangku kepentingan. Apabila desa makmur dan dapat memaksimalkan semua potensinya, maka zero extreme proverty dapat dicapai," paparnya.

(Khatim)