Dirjen PDP Kemendes PDTT : UU Desa Merupakan Senjata Strategis


  Kamis, 31 Maret 2022 Berita DITJENPPMD

Jakarta - Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (Dirjen PDP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Sugito S.Sos MH menegaskan bahwa UU Desa nomor 6 tahun 2014 menjadi modal utama bagi usaha pembangunan Desa dan Perdesaan. Alasannya, Undang-Undang tersebut memberikan legitimasi hukum bagi desa dalam melaksanakan pembangunan secara mandiri

"Karena saya pikir, ini sebuah momentum ketika tadi dikatakan lahirnya UU Desa ini merupakan sebuah senjata yang cukup strategis. Karena dimana selain desa diberikan kewenangan dalam rangka sebagai kewenangan asal usul atau kewenangan subsidaritas, ini disisi lain. Selain rekognisi adalah desa juga merupakan keunikan dari sebuah pemerintahan desa sebagai komunitas hibryd. Yang mana keberadaan selain pemerintahan desa, juga keterlibatan aktif masyarakat itu menjadi salah satu yang menjadi kunci penting," ujar Sugito saat menjadi narasumber Rapat Kerja Nasional Rapat Kordinasi (Rakor) Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pedesaan di hotel Ciputra, Grogol, Jakarta Barat pada hari Selasa (29-3-2022).

Ia menambahkan bahwa UU Desa berorientasi pada upaya peningkatan kualitas hidup manusia. Selain itu, kata dia, pengurangan tingkat kemiskinan turut menjadi landasan utama dari tercetusnya Undang-Undang tersebut.

Sugito menyatakan, cita-cita peningkatan kualitas hidup manusia, pengurangan tingkat kemiskinan serta penguatan kesejahteraan masyarakat harus mampu diwujudkan.

"Saya kira, ini sebuah tantangan yang harus kita jawab melalui adanya pembaharuan atas ide, gagasan dan sesuatu yang sangat kreatif dan inovatif dalam rangka membangun desa. Dan ini saya yakin menjadi tugas kita bersama untuk mewujudkan itu. Karena itu berbagai tantangan tadi , diterjemahkan didalam misalnya visi misi presiden kepada RPJMN. Bagaimana untuk menjamin pemerataan. Maka, desa memiliki posisi dalam rangka untuk mewujudkan pedesaan yang memiliki keunggulan kompetitif kolaboratif, berdaya saing secara berkelanjutan didalam rangka untuk mendukung Indonesia maju berdaulat mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong," paparnya.

Sugito menambahkan semangat kegotong-royongan perlu menjadi nilai dasar dalam menahapi pembangunan desa.

"Gotong Royong harus menjadi sebuah penekanan. Karena menjadi bagian dari ciri khas bangsa Indonesia. Dan ini, menurut saya ada beberapa temuan kita di beberapa daerah mengalami degradasi, ini yang perlu kita terus kembangkan," ungkapnya.

Seperti diketahui Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (Ditjend PDP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melaksanakan Rapat Koordinasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Perdesaan di hotel Ciputra, Grogol, Jakarta Barat pada hari Senin (28-3-2022). Acara tersebut berlangsung selama dua hari dan akan ditutup hingga Selasa malam (29-3-2022).

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar (Gus Menteri) turut hadir sekaligus membuka acara tersebut. Selain Gus Menteri, hadir juga beberapa perwakilan dari Kementerian dan lembaga lain serta para pimpinan Dinas Kabupaten/Kota dan Provinsi.