Dikelola BUMDes, Tanaman Herbal Golinggang Tembus Pasar Eropa


  Kamis, 22 April 2021 Berita DITJENPPMD

KAPUAS - Desa Saka Binjai di Kecamatan Kapuas Murung, Kapuas, Kalimantan Tengah, melalui BUMDes-nya sedang mengembangkan tanaman Golinggang, tanaman herbal yang biasa digunakan untuk bahan pengobatan tradisional.

Mulanya, warga desa masih kesulitan untuk menjual Golinggang yang mereka tanam. Pada 2018 lahirlah BUMDes Tirtasari sebagai pengepul alias menjembatani antara petani dengan pihak pembeli baik partai kecil maupun besar.

Dalam sepekan, BUMDes Tirtasari mampu menampung kurang lebih sekitar tiga ton tanaman Golinggang dari masyarakat desa setempat dan Kalimantan Selatan. Tanaman herbal tersebut dibandrol Rp 13.000 perkilogram oleh BUMDes Tirtasari.

"Kemudian dikirim ke PT Sarikaya Siga Utama di Kota Banjarmasin. Perusahaan ini kemudian yang mengekspor ke luar negeri seperti Hongkong, Korea, Taiwan, Jepang, China hingga ke Benua Eropa seperti Jerman," kata Direktur BUMDes Tirtasari, Ahmad Kusaeri

Kusaeri menjelaskan, daun Golinggang memiliki manfaat yang cukup banyak, selain menjadi bahan obat-obatan herbal juga bisa dibuat teh dan menjadi salah satu bahan dasar kosmetik.

"Omset yang dihasilkan oleh BUMDes Tirtasari dari Golinggan ini setiap bulannya sekitar Rp 6 juta," katanya.

Menurut Kusaeri, BUMDes Tirtasari sempat memiliki unit usaha simpan pinjam namun tidak berkembang sehingga dihentikan sementara dan fokus pada pengembangan tanaman Golinggang.

Sejak awal berdiri, BUMDes Tirtasari mendapat tambahan modal dari Dana Desa senilai Rp 30 juta pada 2019 dan Rp 30 pada tahun berikutnya (Badri)