Serentak, Pendamping Desa Di Lotim Divaksin Covid 19


  Senin, 20 September 2021 Berita DITJENPPMD

Lombok Timur- Secara serentak, Vaksinasi virus Covid 19 dilaksanakan bagi Pendamping Desa Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Balai Latihan Kerja Lombok Timur pada hari Sabut, (10/4/2021).

Tenaga Ahli Sumber Daya Manusia Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Hajah Rosmiati mengatakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTTT) Abdul Halim Iskandar (Gus Menteri) memperlihatkan partisipasi serius dalam melawan pandemi Covid 19 di Indonesia. Sehingga pihaknya berinisiatif melaksanakan berbagai kegiatan yang sevisi.

"Gus Mentri desa sangat peduli dengan perkembangan virus covid-19 ini yang meningkat, mau tidak mau saya harus cari cara supaya para pendamping ini cepat divaksinasi. Allhamdulillah setelah saya koordinasikan dengan pemkab, kegiatan ini sukses," ujar Rosmiati di Auditorium Balai Latihan Kerja Lombok Timur pada hari Sabut, (10/4/2021).

Ia menjelaskan vaksinasi tahap pertama sengaja difokuskan di Kabupaten Lotim. Pasalnya, Lotim merupakan daerah dengan pendamping desa terbanyak dibandingkan dengan kabupaten yang lain.

“Saya akan berusaha untuk kabupaten lain, supaya cepat divaksin juga,” Imbuhnya.

Ditempat terpisah, Koordinator TPPI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Tauhid Rifa’i melalui telepon seluler menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur atas kerjasamanya mensukseskan vaksinasi bagi para pendamping desa. Ia memastikan kegiatan yang sama akan dilakukan secara paralel untuk kabupaten lain di kemudian hari.

"Rencana setelah Kabupaten Lombok Timur, akan dilanjutkan ke kabupaten-kabupten lain," jelasnya.

Seperti diketahui, jumlah pendamping desa di Kabupaten Lombok Timur sebanyak 108 orang. 100 pendamping diantaranya tercatat mendapatkan pelayanan Vaksin Covid 19 gratis.

Akan tetapi, hanya 75 pendamping desa yang disuntik mengingat jumlah sisa dari mereka tidak diikutsertakan karena alasan sakit. Sementara itu, 8 pendamping desa lain disebutkan sudah menjalani program vaksinasi. (Khatim)