P3MD Kota Sabang Dorong Desa Aktif Cegah Stunting


  Senin, 20 September 2021 Berita DITJENPPMD

Pemerintah Kota Sabang menggelar rembuk percepatan penurunan stunting terintegrasi Sekaligus menandatangani komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kota Sabang. Kegiatan yang digelar di Aula Bappeda Kota Sabang, Selasa (7/9/2021) mengangkat tema "Membangun Komitmen dan Strategi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kota Sabang".


Rembuk stunting ini merupakan gerak cepat Pemko Sabang dalam menindaklanjuti Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sabang, Nazaruddin S.I.Kom menyampaikan apresiasi kepada seluruh komponen dan segenap pemangku kepentingan atas dukungannya dalam upaya pencegahan stunting selama ini melalui program inovasi yang telah diluncurkan Pemko Sabang, salah satunya adalah Program Geunaseh.
 
Program Geunaseh merupakan salah satu layanan Pemerintah Kota Sabang untuk penanganan malnutrisi dan stunting. Tujuannya meningkatkan cakupan nutrisi dan akses terhadap layanan kesehatan bagi seluruh anak Sabang yang berumur 0 hingga 6 tahun dan ibu menyusui melalui pemberian bantuan transfer tunai sebesar Rp 150 ribu per anak per bulan.
 
"Saya mengapresiasi capaian kinerja penurunan angka stunting di Kota Sabang, dimana pada tahun 2018 sebesar 26,5%, alhamdulillah sudah turun menjadi 10,30% pada tahun 2020.
“Namun kita tidak boleh berpuas diri dengan pencapaian ini, perlu upaya terus menerus untuk menurunkan angka stunting seminimal mungkin, agar generasi anak-anak Sabang ke depannya sehat dan cerdas" kata Wali Kota Sabang.
 
Walikota Sabang juga meminta semua pihak tidak hanya dari sektor kesehatan saja, tetapi juga dari berbagai sektor lainnya untuk ikut berperan aktif agar tingkat keberhasilan progam ini bisa lebih optimal lagi.
 
"Dukungan itu diantaranya melalui pembangunan sanitasi, air bersih, penyediaan pangan yang aman dan bergizi dan kepedulian dari masing-masing individu, termasuk masyarakat untuk mengoptimalkan perannya dalam upaya penanggulangan stunting," jelasnya.
 
Lebih lanjut, Nazaruddin mengungkapkan, “selama pandemi Covid-19, seluruh aspek mengalami dampak yang sangat signifikan, terutama di bidang kesehatan dan gizi masyarakat. Oleh karena itu, semua pihak harus bisa melakukan inovasi dalam menghadapi kondisi ini, agar upaya pemenuhan gizi masyarakat dapat terpenuhi, utamanya bagi ibu hamil dan balita”.
 
Pada kesempatan yang sama, pemerintah Kota Sabang juga menandatangani komitmen Bersama Penurunan stunting. Nota tersebut ditandatangani langsung wali Sabang, Ketua DPRK, kepala Bappeda, kepala Dinas Kesehatan dan sejumlah unsur lainnya.
 
Dalam rembuk stunting menghadirkan empat narasumber yakni Kepala Bappeda Kota Sabang, Faisal Azwar, ST, MT, Kepala Dinas Kesehatan Firdiansyah, Tenaga Ahli P3MD Kota Sabang, Kurdinar dan Eddy Husnizal dari Perwakilan Unicef yang dipandu oleh moderator Imanda Surya Samudera dari Bappeda Kota Sabang.
 
Kepala Bappeda Kota Sabang, Faisal Azwar, ST, MT menjelaskan bahwa perlu adanya perencanaan dan penganggaran dalam bentuk money follow program melalui pendekatan tematik, holistic, integratif dan spasial dengan memunculkan strategi dan rencana aksi konvergensi Percepatan Penurunan Stunting yang inovatif, yang dikemas dalam gerakan bersama. Misalnya dengan membuat suatu Gerak Cepat Penurunan Stunting.
 
Tenaga Ahli P3MD Kota Sabang, Kurdinar menyampaikan peran-peran P3MD dalam mendorong pencegahan stunting di Kota Sabang. Selama ini, P3MD berkoordinasi dengan pihak-pihak seperti Dinas Sosial, PMG, PP dan PA, bappeda, Unicef. “P3MD juga aktif mendorong desa agar pencegahan stunting menjadi kegiatan prioritas baik melalui regulasi maupun advokasi di lapangan”, pungkas Kurdinar.
 
Sementara itu, Eddy Husnizal dalam paparannya menyampaikan, deteksi dini status gizi anak adalah kunci keberhasilan pencegahan dan penanganan. “Solusi berbasis rumah tangga yang sederhana termasuk obat-obatan dasar dan konsumsi makanan terapi yang siap santap adalah solusi yang diperlukan bagi anak untuk menjadi sehat kembali”, ungkapnya.
 
Dalam sesi penutupan, Sekda Kota Sabang, Drs. Zakaria MM memberikan arahan kepada peserta seluruh rembuk stunting, yang menekankan pada upaya melakukan perubahan cara kerja dari yang biasa-biasa menjadi kerja yang luar biasa, yaitu kreatif, cepat dan tepat sasaran, sehingga pelaksanaan program penurunan stunting lebih efisien dan efektif.