Dirjen PDP Hadiri Pertemuan Pejabat Tinggi se- Asean


  Selasa, 23 Nopember 2021 Berita DITJENPPMD

Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa PDTT Sugito mengikuti Pertemuan Pejabat tinggi se- ASEAN untuk Pembangunan Perdesaan dan Pengentasan Kemiskinan ke-18 dengan tema "Mempercepat Pemulihan dan Memperkuat Ketahanan ASEAN untuk Pembangunan Pedesaan Berkelanjutan dan Pengentasan Kemiskinan" pada Hari Selasa, 23 November 2021.

Dalam pertemuan ini dibahas agenda tentang SDGS, perubahan iklim, kesetaraan gender, pemulihan dampak pandemi Covid 19 di ASEAN, dan juga membahas tentang Implementasi dan Monev dari FAP-RDPE (Framework Action Plan On Rural Development and Poverty Eradiction)

Sugito selaku Chairman SOMRDPE INDONESIA mengatakan bahwa pendekatan pembangunan perdesaan dilakukan dengan berbasis data mikro di setiap desa.

"Dengan ketersediaan data mikro di setiap desa maka pemerintah desa dapat memastikan dana desa dimanfaatkan untuk kepentingan umum dengan tepat" ujar Sugito, Selasa (23/11/2021)

Dalam kesempatan ini juga, Sugito memaparkan tentang SDGs Desa yang mengarah pada terwujudnya Desa Peduli Lingkungan dengan berbagai indikator yang menunjukkan penekanan pada penggunaan energi baru terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga air dan tenaga surya, serta pengelolaan sampah melalui sistem reduce-reuse-recycle.

"Untuk desa, peningkatan kapasitas masyarakat telah dilakukan dalam penanganan bencana, menjaga lingkungan dan perubahan iklim, baik di darat maupun di laut" ungkapnya.

Dalam konteks pembangunan desa, Sugito memaparkan beberapa contoh desa yang berhasil melakukan inovasi pembangunan adalah Desa Wisata Panggungharjo Yogyakarta, desa ini melakukan pengelolaan sampah yang selain membawa manfaat bagi kebersihan lingkungan juga telah berhasil menyerap banyak tenaga kerja bahkan mendatangkan keuntungan tidak kurang dari satu miliar rupiah per tahun.

"Contoh desa lainnya yang sukses dalam inovasi pembangunan desa adalah kampung kebanggaan saya yaitu Desa  Selur di Kabupaten Ponorogo, dimana desa tersebut telah mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) 100.000 KW / jam untuk menghasilkan listrik guna memenuhi kebutuhan desa" tambah pria yang lahir di Ponorogo ini.